Malaka pada 1930-an menjadi latar kehidupan beberapa generasi dalam sebuah keluarga Tionghoa Peranakan yang makmur tetapi dipenuhi perselisihan. Yue Niang harus bertahan di tengah lingkungan tersebut sambil menghadapi kedudukannya yang rendah. Ia ingin mengubah nasib, namun ambisinya menuntut keberanian untuk menentang batasan yang mengikat hidupnya.
Komentar 0
TerbaruAturan komentar
Komentar yang melanggar dapat dihapus pengelola.
Menyiapkan akun…
Memuat komentar…